Langsung ke konten utama

Menunggumu

                                                         (Royfan A.)

Dalam detik ku menunggumu
Dalam menit ku menunggumu
Dalam jam ku menunggumu
Dirimu tak segera datang juga
Apakah mungkin kau sudah lupa?
Janji yang kau katakan
Berubah menjadi angan
Tanpa pelunasan

Klaten, 20 Agustus 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU SOEKARNO FATMAWATI SEJARAH KISAH CINTA KLASIK

RESENSI BUKU SOEKARNO FATMAWATI SEJARAH KISAH CINTA KLASIK Identitas Buku Judul buku                   : Soekarno Fatmawati Sejarah Kisah Cinta Klasik Penulis buku                : Adhe Riyanto Penerbit buku               : Kanal Publika Kota terbit                   : Yogyakarta Tahun terbit                : 2012 Jumlah halaman           : 128                     SINOPSIS SOEKARNO FATMAWATI SEJARAH KISAH CINTA KLASIK Kisah cinta Soekarno dan Fatmawati   adalah catatan penting dalam sejarah Indonesia. Kare...

Gubuk Kasih Sayang

                                                          (  Royfan A. ) Garis hidup berbisik kaku Membujuk sukma menerjang ragu Mengarungi cakrawala meniti hidup Menorehkan berbagai kisah baru Tetapi.... Hati ini tak cukup kuat untuk meninggalkanmu Raga ini tak cukup kuat untuk melepasmu Namun takdir sudah berkata Waktu pun sudah meminta Potret selayang melintasi ingatan Menerangkan tentang hangatnya keluarga dalam naungan Beratap kasih bertembok cinta Walaupun usang tak mengapa Aku hanya bisa menanggung rindu Memaksa diri, membendung tangis sedu Memendam rasa dalam kalbu Klaten, 1 September 2018

Juang

                                                        (Royfan A.) Terhanyut lamunan malam Mengingat bekas luka lebam Api dendam belum padam Walaupun sudah 1 bulan silam Aku tak akan begini jika aku membisu Begitupun juga jika aku diam terpaku Tetapi... Menuntut kebebasan adalah hakku Berdikari secara utuh dalam diriku Membawa sebuah asa Demi keluarga tercinta Untuk mencapai merdeka Meskipun perseteruan adalah jalannya Kalah menang bukanlah hal mudah Semangat, suara lantang dan jumlah Menyengat bagaikan lebah Kepada penguasa-penguasa lemah Harusnya  aku sudah pergi Tapi mengapa aku masih disini? Apa karena aku masih memiliki janji Yang belum sempat kulunasi? Janji itu adalah dirimu Rindu ...